Al-Quran dan Ilmu Astronomi

Judul Asli : Ma Dalla Alaihi Al-Quran, min Ma Ya’dhahu Al-Hai’ah Al-Jadidah Al-Qowimah Al-Burhan
Judul Terjemah : Al-Quran dan Ilmu Astronomi
Penulis : Syaikh Mahmud Syukri Al-Alusi
Takhrij : Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
Tahqiq : Zuhair Asy-Syawisy
Halaman : 300
File : 1.84 MB, djvu
Kategori: Gratis (Free)



Munculnya buku ustadz Ahmad Sabiq yang berjudul “Matahari Mengelilingi Bumi Sebuah Kepastian Dari Al-Quran dan Sunnah”, sontak membuat pemikiran baru akan teori astronomi, dimana beliau memastikan bahwa sebetulnya Matahari yang mengelilingi bumi, dan bumi sebagai pusat peredaran (geosentris). Tentu saja teori ini bertolak belakang dengan penemuan-penemuan ilmiah yang dipakai sekarang ini, dimana matahari adalah sebagai pusat peredaran (heliosentris).

Pengambilan kesimpulan penulis buku tersebut, tentu saja tidak menggunakan tataran penelitian ilmiah, beliau hanya menyandarkan pada kajian-kajian dari dalil Al-Quran dan sunnah, ditambah fatwa-fatwa ulama yang mendukung. Lantas perkara ini dinyatakan sebagai akidah salafiyah, sehingga orang yang menyatakan sebaliknya langsung di cap keluar dari manhaj salaf dan akidahnya sudah rancu.

Apakah semua ulama salaf(y) mendukung teori geosentris?

Adalah syaikh Mahmud Syukri Al-Alusi, beliau adalah cucu dari penulis kitab tafsir Ruhul Maani, Imam Al-Alusi, menulis kitab jauh sebelum ustadz ahmad syabiq, yaitu sekitar tahun 1300 H, cenderung menguatkan teori heliosentris, yang kemudian Insya Allah perkara ini diikuti oleh Pentahqiq dan Pentakhrij Kitab ini, yaitu syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah.

Al-Quran bukanlah kitab disiplin tentang ilmu-ilmu kosmologi, hingga kita mesti merujukkan setiap teori padanya, sehingga memeriksa setiap penemuan padanya seperti yang dilakukan sebagian orang sekarang ini.

Mereka fikir dengan begitu mereka telah berkhidmat kepada Islam, padahal teori-teori ilmiah selalu mengalami perkembangan dan perubahan. Satu teori digugurkan dan digantikan dengan teori baru lagi.

Al-Quran hanya mengisyaratkan beberapa hakikat dan hukum alam, sekaligus mendorong manusia untuk melakukan perenungan dan pengamatan, dan apa yang di Isyaratkan oleh Allah adalah kebenaran yang tidak mungkin bertentangan dengan hakikat ilmiah yang dibuktikan secara pasti lewat penelitian.

Dengan demikian Al-Quran memberi petunjuk yang nyata, memberikan dasar-dasar metodologi ilmiah yang tepat untuk kita, tanpa mesti menerangkan semua hakikat secara rinci, karena tugas kita adalah menyibak ayat-ayat kauniyah tersebut.

Buka mata, open mind….tidak semua ulama salaf(y) mendukung teori geosentris….download kitabnya GRATIS TANPA EMBEL-EMBEL !!!

download

Tentang mykampungsunnah

yoga permana tea teu bireuk deui
Pos ini dipublikasikan di Fiqih, Free Ebook dan tag , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Al-Quran dan Ilmu Astronomi

  1. abu ziyad berkata:

    Assalamu’alaikum. afwan, untuk e-book ini, cara downloadnya bagaimana, kok gak ada medianya?

  2. Edhy Pujianto berkata:

    Afwan, menjalankannya pake apa, Jazakaullah khoiron

  3. bete berkata:

    pusing yang mana benar nih masing masing punya dalil klo begini terus sih jalan tengahnya yah ditengah tengah saja lah

  4. Fadel berkata:

    Assalamualaykum
    Saya sudah baca bukunya. Terima kasih. Jika kita teliti maka pendapat ulama tentang alam semesta inipun berkembang mengikuti zaman. Saya sendiri tidak 100% setuju dengan isi buku ini karena telah ketinggalan zaman secara ilmiah, tapi toh tetap lebih maju dari yang ngotot bertahan dengan geosentrisnya.

    Dari beberapa debat yang seru dengan rekan2 yang percaya bumi ini diam tidak berputar, disini saya mengajukan beberapa bukti2 bumi ini berotasi.

    Cobalah anda renungkan sebagian fakta yang menunjukkan bumi ini berotasi.

    1. Pendulum Faucoult adalah sebuah pendulum dengan tali yang sangat panjang. Jika dia diayunkan maka bentuk ayunannya akan mengikuti pola tertentu. makin ke kutub akan makin besar pengaruhnya. Dari pendulum ini akan dapat dihitung berapa kecepatan rotasi bumi.

    2. Efek tidal. Efek ini menerangkan kenapa air laut pasang juga terjadi ditempat yang berkebalikan dengan muka bumi yang menghadap bulan. Ini hanya mungkin terjadi jika bumi berotasi.

    3. Hukum Boys Ballot, angin cyclone akan berputar searah/melawan arah jarum jam karena effect corrilois akibat putaran bumi.

    4. Penampilan bintang di kutub, jika kita foto selama beberapa jam akan menunjukkan jejak berupa lingkaran dengan pusat di Bintang Kutub atau Polaris, bintang paling terang di rasi Ursa Minor (alpha UMi). Jika kita lihat bintang itu dari Indonesia, maka bintang itu juga beredar. Jika bumi ini tidak berotasi maka seharusnya bintang itu juga diam saja dilihat dari manapun.

    5. Jika bumi ini diam saja maka semua benda2 langit, bukan hanya matahari, juga harus mengitari bumi sekitar sekali dalam 24 jam. Hal ini tidaklah mungkin terjadi karena konsekuensinya kecepatan linear mereka akan sangat sangat luar biasa.
    Perlu diketahui semua misi luar angkasa dihitung berdasarkan bumi yang berotasi dan berevolusi. Matahari diasumsikan sebagai titik diam relative, hanya untuk acuan perhitungan.

    6. Semua ramalan gerhana, dan juga perhitungan waktu sholatpun dihitung berdasarkan bumi yang berotasi. Sejauh ini hasilnya OK dan ketepatannya tinggi. Ini membuktikan secara matematis bahwa bumi berotasi adalah benar.
    etc.

    Semoga Allah memberi petunjuk
    Wassalamualaykum.

  5. Fadel berkata:

    Assalamualaykum. Saya ingin berkomentar tentang dalil yang dipakai untuk menunjukkan mataharilah yang bergerak, bukan buminya yang berotasi. Ini kutipan dari Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin
    ===========================
    [3]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
    “Artinya : Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka berada disebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu.” [Al-Kahfi : 17]

    Allah menjadikan yang condong dan menjauhi adalah matahari, itu adalah dalil bahwa gerakan itu adalah dari matahari, kalau gerakan itu dari bumi niscaya Dia berkata: “gua mereka condong darinya (matahari)”. Begitu pula bahwa penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari menunjukkan bahwa dialah yang berputar meskipun dilalahnya lebih sedikit dibandingkan dilalah firmanNya “(condong) dan menjauhi mereka)”.
    ======================

    Di muka ayat di katakan “dan KAMU akan melihat matahari ketika terbit ….. dst”.
    Menurut hemat saya, kata “kamu melihat” ini harus diartikan melihat dari mata manusia yang di dalam gua. Disini artinya mata dipakai sebagai acuan relative yang saat itu dianggap kedudukannya tetap.

    Makanya tidak aneh kalau mataharilah terlihat yang bergerak dari si pemirsa. Akan tetapi ini sebenarnya adalah gerakan yang relative saja. Seperti misalnya kita berada didalam kereta api yang berjalan tenang. Kuta sendiri tidak merasakan kita ini bergerak. Saat kita melihat keluar jendela maka pohon2pun “bergerak” menjauhi kita. Tapi apakah seperti itu yang terjadi sesungguhnya? Belum tentu….

    Sebuah hukum relativitas lama mengatakan bahwa kita hanya bisa mengukur sebuah gerakan jika kita menganggap sebuah titik itu tetap. Artinya gerakan yang diukur itu relatif HANYA terhadap titik tertentu saja yang dianggap diam.

    Di ayat diatas, titik yang dianggap diam pada saat itu adalah mata manusia yang berada di dalam gua.

    Saya kira kita tidak bisa mengartikan dengan gampangan bahwa mata manusia adalah titik yang diam mutlak di alam semesta ini, yang lalu semua gerakan mutlak harus diukur darinya.

    Wallohualam bissawab.

  6. Yoga Permana berkata:

    @ fadel
    Terimakasih atas komentar dan paparan ilmiah antum. Saya pribadi menyebarkan ebook ini agar mindset para salafiyun tidak terkungkung oleh fatwa ulama yang membicarakan perkara Ilmiah bukan dengan penelitian Ilmiah, sebagaimana di pengantar ebook ini dikatakan Al-Quran bukanlah sumber Ilmu Kosmologi atau Ilmu-Ilmu dunia lainnya, padahal Rasululah sudah jelas bersabda : kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian.

    Dan bersandar hadits inilah syaikh Al-Albani ketika ditanya seseorang tentang pandangannya mengenai geosentris beliau menjawab seperti ini di fatwa-fatwanya.

    Menjadikan faham geosentris sebagai bagian akidah dan yang menentangnya dianggap keluar dari jalan salaf adalah sebuah kekeliruan. Pun mendewa-dewakan penemuan Ilmiah untuk membenturkan dengan nash-nash yang shahih juga sebuah kekeliruan.

    Semua hendaknya ditempatkan pada tempatnya, penemuan ilmiah hari ini bisa terbantahkan oleh penemuan berikutnya, karena ilmu dunia bersifat relatif. Demikian juga dalil, tafsir si A bisa berbeda dengan tafsir si B, karena terkadang dalil bersifat Multi Tafsir.

    Adapun saya pribadi ketika suatu perkara termasuk urusan dunia, saya akan memegang hasil penemuan Ilmiah para pakar di bidangnya, walaupun menyelisihi fatwa Ulama paling shalih sekalipun, seperti dalam perkara ini, justru karena mengikuti sabda rasulullah diatas. Wallahu alam.

  7. rara berkata:

    bagaimana menjelaskan koq kita tidak merasakan (secara fisik) bumi itu berputar..?
    seandaianya di atas kita ada pesawat terbang yang sedang mengudara searah dengan rotasi bumi (dari barat ke timur) koq kita masih melihat pesawat terbang itu menjauhi kita? padahal kecepatan pesawat tidak melebihi kecepatan rotasi bumi yaitu 1600 km/jam….????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s