Irwa Al-Ghalil, Buku I

irwa-k.jpg

Judul Buku : Irwa al-Ghalil fi takhrij al-Hadits al-Manar As-Sabil
Judul Terjemah : Irwa’ al-Ghalil, telaah kritis terhadap hadits dalam kitab al-manar as-sabil,Buku I bab : Bersuci

Penulis : Syaikh Nashiruddun Al-albani

Halaman : 236
Penerbit : Pustaka Azzam
File size : 10.3 MB


seseorang yang mengambil dalil dari hadits Rasulullah SAW, kemudian menutupinya dan tidak menerangkan kedudukan dalil itu, shahih atau hasan, kuat atau dha’if (lemah). Maka yang demikian itu tentu akan memberi pengaruh negatif kepada generasi penerus (baca;pelajar), sehingga mereka tidak dapat dengan jelas membedakan mana yang benar, antara yang satu dengan yang lainnya.Ketika hal itu terjadi maka kejadian selanjutnya adalah rusaknya keyakinan generasi penerus, sebab semua beranggapan bahwa”Kebenaran itu sangat banyak dan tidak satu”, kemudian salah persepsi terhadap pepatah ” Sesungguhnya perbedaan pendapat adalah Syari’at Allah.” Sehingga mereka pun tidak ragu-ragu untuk berpegang teguh kepada hadits bathil karena merasa mendapat legitimasi dari pepatah “Perbedaan pendapat diantara umatku adalah rahmat.”Jika prinsip diatas telah disalah gunakan, maka kejadian yang lebih tragis akan segera menyusul yaitu timbulnya pemikiran yang menganggap wajar terjadinya fanatisme madzhab, bahkan yang ironis lagi adalah; hal itu dianggap sebagai soko guru bagi dirinya sendiri, mereka membenarkan pendapat-pendapat yang sesuai dengan madzhabnya, dan menolak yang bersebrangan, berargumen dengan hadits-hadits yang dha’if yang bertujuan hanya untuk mempertahan madzhabnya. Padahal metode keilmuan yang benar mengajarkannya untuk meninggalkan hadits-hadits yang dha’ifBerdasarkan gambaran diatas maka buku yang berisi tiga ribu hadits (Keselurahan al-irwa) ini dan yang sempat tertunda selama dua puluh tahun akhirnya segera diselesaikan oleh seorang Syaikh yang sudah diakui disiplin keilmuannya, yaitu Syaikh Nashiruddin Al Albani, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan.

e booknya ada di CD-ebook

Tentang mykampungsunnah

yoga permana tea teu bireuk deui
Pos ini dipublikasikan di Hadits dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s