Obyektifitas dalam Mengkritik


Judul Asli : Al-Muhajjatu al-Baidha’u fi Himayati as-Sunati al-Gharra’i min Zallati Ahli -Al-Akhtha’i wa Zaighi AhliAl-Ahwaa’i
Judul Terjemah: Obyektfitas Dalam Mengkritik, Studi Ilmiah Terhadap Metode Muwazanah dalam Jarh dan Ta’dil
Penulis : Syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhali
Penerbit : Cahaya Tauhid Press
Halaman 190

File ebook : 7.9 MB


Syahdan, seorang yang dianggap sebagai “ulama” ternyata dakwahnya tergelincir pada kebid’ahan dan kesesatan. Ironis memang, karena sebagian umat menyanjung dan menjadikannya sebagai panutan. Banyak juga yang dianggap seorang “wali” ternyata kesehariannya tenggelam dalam kemaksiatan dan perilaku yang buruk.

Di antara kaum muslimin ada yang taqlid buta, kebenaran maupun kebatilan yang didakwahkan -mereka ikuti tanpa mau menengok dalil, tak jarang bahkan membela mati-matian atas dasar hawa nafsu. Sebagian lain kasak kusuk, ingin mengingatkan tapi bimbang akhirnya diam tanpa sikap.

Yang punya keberanian, ingin mengerti bagaimana solusi yang syar’i menghadapi permasalahan ini
Belakangan muncul metode baru yaitu “muwazanah” menimbang antara kebaikan dan kejelekan seseorang tatkala mengkritiknya. Bagaimana sejatinya metode ini menurut Al-Qur’an, Sunnah dan komentar para ulama salaf maupun khalaf ?

Tidakkah dengannya akan semakin mengaburkan kebenaran, sehingga pada akhimya disimpulkan: Sesesat apapun orang tersebut, tetapi karena banyak kebaikannya, tinggi keahliannya dan besar manfaatnya bagi kaum muslimin, maka dia tetap layak untuk diikuti.

Jika benar demikian, maka siapa dibalik metode ini dan paling berkepentingan terhadapnya? Kiranya perlu sebuah ketegasan sikap bagaimana ahlussunnah waljamaah menjawabnya. Kita kupas secara ilmiah permasalahan ini bersama seorang ulama terkemuka Syaikh Rabi’ bin Hadi AI-Madkhali hafidzahullah, disertai komentar ringkas Syaikh Abdul Aziz bin AbduIIah bin Baaz , Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani , Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan dan para ulama lainnya.


Tentang mykampungsunnah

yoga permana tea teu bireuk deui
Pos ini dipublikasikan di manhaj dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s